Senin, 13 Juni 2016

Allah Ciptakan Cinta Namun Allah Hadirkan Sakit Dalam Cinta Tersebut

seperti hal nya kehidupan, Allah ciptakan nikmat namun juga Allah menciptakan kesusahan. Kedua hal tersebut adalah ujian.

Sekarang tentang perasaan, perasaan itu adalah karunia dari Allah yang sudah semestinya kita syukuri hal tersebut,namun tentunya dibalik nikmat itu Allah juga memberikan porsi lengkapnnya yaitu berupa ujian yang harus dihadapi. Tidak lain, tujuan dari ujian tersebut adalah Allah ingin tahu seberapa benar kita bersikap dan seberapa bersyukur kita kepada Allah.

Kesusahan bisa menjadi baik dan kebaikan bisa menjadi susah, itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dalam cinta ada keindahan dan dari cinta tersebut muncul sebuah rasa sakit yang teramat memilukan, hal tersebut adalah realita kehidupan. Namun sakit akan menjadi sebuah keindahan yang dirasakan dalam hati jika Allah yang menjadi sandaran, kita tahu bahwa Allah yang memberikan perasaan ini dan kita ridho terhadap segala ketentuan Allah dan ketika kita sadar akan hal itu maka tidak ada kesusahan melainkan semua akan menjadi sebuah pemicu hati dan diri kita atas kebesaran Allah SWT.

Ada beberapa kemungkinan rasa sakit itu terjadi, 1. Allah ingin kau kembali mengadu bersujud menghadap-Nya atas rasa sakit tersebut 2. Allah tidak ingin kau begitu mencintai makhluk 3. Allah mengujimu, seberapa bijak kau mengartikan tentang perasaan.

Kesusahan akan menjadi ringan jika Allah yang menjadi sandaran.


Peluang Bisnis PayTren Ustadz Yusuf Mansur

Hosting Unlimited Indonesia

Jumat, 10 Juni 2016

Mau Apa-apa Biasakan Izin Dulu

Bismillah...

Seperti halnya kita menghadapi manusia khususnya yaitu orang tua kita, ketika kita mau melakukan sesuatu hal apapun adab yang baik adalah kita bicara kepada mereka, meminta izin kepada mereka. Ketika kita melakukan hal tersebut, hal yang paling sederhana yang diberikan oleh orang tua kita adalah do'a, intinya ada yang diberikan oleh mereka meskipun hal itu terlihat sederhana.

Yang ingin saya bahas kali ini adalah bagaimana kita merubah kebiasaan kita yang hanya minta izin kepada orang tua kita, saudara kita dan orang-orang yang memang tampak oleh mata kita yaitu dengan menambah kebiasaan izin kita kepada Allah SWT, kepada yang menciptakan kita, yang memberikan hidup kepada kita yang memberikan hal apapun yang kita butuhkan didunia ini.

Tips Dasar Kesuksesan

Tips sukses itu ada didepan mata loh. Lihat !
"Hayya 'alas sholah ... hayya 'alal falaah ..." artinya : "Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan."
Sadarkah selama ini dengan kalimat itu, sholat itu bergandengan dengan kesuksesan.
Bohong rasanya orang ingin sukses, tapi sholat menjadi urusan paling akhir. Paling ujung, karena sibuk dengan bisnisnya, sibuk dengan pekerjaannya, sibuk dengan usahanya.
Tapi buktinya mereka yang sibuk akhirnya sukses juga tuh ? Itu istidraj. Kesenangan yang berujung pada kehancuran. Mau ?
‪#‎Lebih‬ jeli lagi melihat keadaan. 
Mau belajar bisnis sambil mendalami agama ? yu ikut gabung di komunitasnya PayTren Ustadz Yusuf Mansur.

Peluang Bisnis PayTren Ustadz Yusuf Mansur

Hosting Unlimited Indonesia

Rabu, 08 Juni 2016

Masalahnya Bukan Kerjanya Ente Apa, Tapi Ketika Kerja Sikap Ente Gimana - Ketika Anda Dibawah dan Anda Tahu Diri

Sukses itu bukan masalah bagaimana kemampuan anda atau apa begron anda saat ini, tapi masalahnya mau enggak Allah menghendaki anda untuk sukses.

Banyak orang yang bekerja sebagai kuli, sebagai supir dan kerjaan lainnya yang sepadan, mereka nyerah duluan terhadap sebuah kesuksesan, bermimpi dan bercita-cita tinggipun mereka tidak mau, katanya "Tau diri, kita itu siapa". Hal ini masalah, karena seperti kita tahu Allah itu sesuai dengan prasangka makhluknya. Wah gawat kan.

Ada satu prinsip yang saya tahu dan mudah-mudahan ini tertanam juga dalam diri saya, "Hidup itu seperti sekolah, ketika anda menjalaninya sesuai dengan peraturan yang berlaku maka akan naik kelas setiap saatnya, naik terus dan kemudian anda lulus". Jadi ketika anda bekerja sebagai seorang bawahan maka jadilah anda pekerja yang tahu diri. Tahu diri gimana ? saya khususkan tahu diri dalam hal beragama. ya maslaah agama, masalah shalatnya, masalah, baca Qur'annya dan masalah-masalah agama lainnya.

Ambil contoh ni, ketika anda seorang OB maka yang harus anda lakukan adalah bekerja dengan baik ditempat anda bekerja dan berlakulah adil kepada Allah saat anda bekerja. Misalkan anda kerja jam 8 pagi maka sebelum bekerja anda dateng dulu ke Allah, anda shalat dhuha deh. ketika saat udah masuk nih jam kerja, sambil  kerja anda solawat, anda dzikir pokonya judulnya anda inget Allah terus sambil bilang deh sama Allah, Ya Allah saya pengen jadi orang yang punya, saya pengen jadi bos, saya pengen jadi punya perusahaan kaya gini. Abis itu kasih tujuan deh biar Allah percaya sama anda, Ya Allah kalo engkau ngasih saya perusahaan kaya gini, saya akan ajak karyawan saya sebelum masuk kerja semuanya baca Al-Qur'an dulu, masuk waktu dhuha saya akan ajak semuanya shalat dhuha, ketika masuk waktu shalat fardhu saya akan hentikan semua pekerjaan dan menyuruh semuanya buat shalat fardhu berjama'ah. Wah mantep tuh. Mantep banget. InsyaAllah, Allah akan kasih lebih dari apa yang kita minta. Yakin.

Sahabat, satu hal yang meski kita tanamkan dalam hati adalah "Ketika kita memuliakan Allah, maka sesungguhnya kita sedang memuliakan diri kit sendiri".

Prinsipnya mudahkan, dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun tetap dahulukan Allah dan Rasulnya :)

Sukses itu mudah, pertanyaannya kita mau tidak melalui prosesnya.

salam #LaaTahzan


Peluang Bisnis PayTren Ustadz Yusuf Mansur

Hosting Unlimited Indonesia

Senin, 06 Juni 2016

Masalahnya Bukan Kerjanya Ente Apa, Tapi Ketika Kerja Sikap Ente Gimana - Ketika Anda Diatas dan Anda Lupa Diri

Banyak orang yang sudah enak pekerjaannya, sudah tinggi juga jabatannya dan gede gajinya, tapi mereka terlena dengan itu semua sehingga etika sudah tidak digunakan lagi. Etika disini saya khususkan dalam etika beragama, etika tentang lupa diri, lalai, ngerasa bahwa usahanya bisi sukses itu karena kemampuan pribadinya, karena modal yang ditanamkannya, pokonya babnya itu dunia terus.

Sadarkah anda, ketika anda sedang naik-naiknya, sedang sukses-suksesnya tapi prilaku anda adalah prilaku orang yang lalai, orang yang lupa diri, nyepelein masalah agama, maka saat itu sodara sedang menghancurkan hidup anda sendiri. Kalau diibaratin nih, anda itu orang yang susah kemudian ada orang yang menolong anda. Kemudian orang itu mempekerjakan anda, memberikan jabatan kepada anda hingga akhirnya anda sukses dan bahkan punya usaha sendiri dan ketika anda sudah diatas, ketika anda sukses anda lupa, anda acuh terhadap orang yang dengan izin Allah telah menjadi jalan atas kesuksesan anda saat ini. Pertanyaannya, kecewakah orang yang menolong anda tersebut ? Ya, pasti. Begitupun Allah, dia udah ngasih banyak modal untuk kita, mulai dari penglihatan, pendengaran, kemampuan berpikir, modal uang dan segalanya semua itu Allah yang ngasih, tapi ketika kita sudah mencapai kesuksesan yang diinginkan anda malah malingin muka dari Allah, anda tempatin sholat juga akhir waktu karena anda sibuk dengan pekerjaan anda, bisnis anda dan segala hal dunia lainnya yang dulu anda minta sama Allah sambil nangis-nangis, sambil mohon-mohon, eh udah giliran dikasih anda malah berpaling.

Ketika anda seperti itu, cepatlah sadar dan kembali karena cepat atau lambat semua yang anda punya itu akan hancur, tanpa sadar anda telah menghancurkan hidup anda sendiri.

Hakikat sukses itu ketika anda terus bersama Allah, ketika hati anda terus mengingat Allah.
Peluang Bisnis PayTren Ustadz Yusuf Mansur

Hosting Unlimited Indonesia

Senin, 25 April 2016

Tentang Sebuah Pilihan Untuk Menentukan Masa Depan

Banyak hal yang kita lakukan tanpa sebab, banyak hal yang kita lakukan itu tanpa adanya sebuah alasan. Kita melakukan banyak hal, kesana dan kamari tanpa adanya rasa lelah, sampai kita tak sempat bertanya "Sedang apa kita ? | Untuk apa hal ini kita lakukan ?".

Ada satu kalimat yang pernah saya dengar, "Masa depan kita nanti tergantung pada pilihan kita saat ini".

Dari kalimat diatas sering saya berpikir, iya juga ya, tak mungkin hasil akhir itu melenceng dengan hal awal yang dilakukan. Tak mungkin sebuah perjuangan yang baik berakhir sebuah keburukan dan tak mungkin pula sebuah keburukan berakhir pada sebuah gemerlap sebuah keberhasilan atau kebaikan.

Berdasar pada hadits nabi, "Tidak ada balasan bagi kebaikan kecuali kebaikan pula". MasyaAllah, itu benar-beanar nyata, dan ternyata hal itu tidak baku kepada sebuah kebaikan tapi secara luasnya seakan mengatakan "Tidak ada balasan bagi keburukan, selain keburukan pula". Imbas semuanya, adil dan merata rasanya.

Satu pelajaran yang dapat kita ambil dari u pembahasan diatas adalah lebih cerdas lah dalam memilih, baik itu teman, pekerjaan dan yang terpenting cara hidup, karena ketika kita melakukan sesuatu hal maka akan terasa imbasnya nanti bahkan esok pagi.

Satu kalimat dari saya, "Kebaikan itu seperti obat dan kemaksiatan itu bagaikan racun, yang mana keduanya akan bereaksi dan pasti bereaksi, cepat atau lambat"
Peluang Bisnis PayTren Ustadz Yusuf Mansur

Hosting Unlimited Indonesia

Minggu, 24 April 2016

Berani berprinsip atas dasar Islam.

Kamu menolak sebuah pekerjaan karena kamu tahu itu bertentangan dengan syari'at. Keren.! | Tenang, Allah yang jamin semuanya.
Kamu menolak pacaran meskipun banyak yang suka dan bahkan sampe ngejar2, kamu menolaknya karena kamu tahu itu maksiat. Keren.! Tenang, Allah akan persiapkan pasangan terindah untuk kamu.

Kamu tidak mengikuti pergaulan teman-teman kamu yang tidak baik, meskipun kamu tahu akibatnya kamu pasti tidak ditemani oleh mereka bahkan dijauhi. Kamu melakukan itu karena kamu tahu itu perbuatan yang salah dan mengakibatkan sebuah dosa bahkan banyak dosa. Keren.! | Tenang, Allah yang akan menemani kamu dan Allah akan siapkan sesuatu hal yang indah untuk kamu.

Kamu berani bersikap berbeda dengan orang lain. Ketika orang lain tidak melakukan hal itu, kamu dengan segala keteguhan hati melakukannya. Meskipun kamu tahu pada akhirnya kamu dipandang aneh oleh orang disekitar lingkunganmu. Kamu melakukan hal itu karena kamu tahu itu adalah ajaran agama, itu adalah sunnah Rasulullah Salallahu 'alaihi Wassalam. Keren | Tenang, Allah pasti menguatkan hatimu dan meneguhkan kedudukanmu, Allah bersamamu.

Hidup itu memang pilihan.


Dahulukan Allah atau yang lain, itu juga sebuah pilihan.

Bukankah bagaimana hidup kita nanti tergantung pada pilihan-pilihan kita sekarang ?

Peluang Bisnis PayTren Ustadz Yusuf Mansur

Hosting Unlimited Indonesia